megaswaranews.com, KEMANG, KAB BOGOR — Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Merah Putih Berkibar di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu contoh pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengutamakan kebersihan dan keamanan makanan.
Dapur tersebut menyiapkan sekitar 2.700 porsi makanan setiap hari untuk para siswa. Pengelola menerapkan standar kebersihan mulai dari pemilihan bahan, persiapan makanan, proses memasak, hingga pengemasan dan pendistribusian ke sekolah.
Pengelolaan higienis menjadi perhatian di tengah adanya kekhawatiran terkait kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah. Pengelola SPPG Yayasan Merah Putih Berkibar memastikan setiap tahapan pengolahan makanan mendapat perhatian untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Konsultan sekaligus mitra SPPG Yayasan Merah Putih Berkibar, Deni Pramuji, menjelaskan bahwa pemilihan bahan makanan, penyusunan menu, serta teknik pengemasan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Menu MBG yang disiapkan cukup beragam, antara lain ayam kecap, telur orak-arik, sup bening, dan buah segar. Pengelola juga memperhatikan penanganan makanan, termasuk pengaturan suhu dan proses pengemasan sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.
Program MBG mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan siswa. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, program tersebut dinilai dapat membantu mengurangi pengeluaran keluarga karena uang jajan siswa dapat dialihkan untuk kebutuhan lainnya.
Guru dan siswa juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program MBG yang mereka terima.
Pengelola SPPG Yayasan Merah Putih Berkibar berharap penerapan kebersihan, penggunaan bahan berkualitas, serta ketepatan distribusi dapat terus dipertahankan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga mutu makanan sekaligus mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis bagi para siswa.
(suhanda)















