megaswaranews.com, LEUWILIANG, KABUPATEN BOGOR — Sore ini, suasana haru sekaligus penuh harapan menyelimuti Kampung Bayur, RT 003 RW 004, Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang. Rumah milik Bapak Kosasih (60), warga yang berstatus tunawicara sekaligus tunarungu, resmi dirobohkan sebagai langkah awal pembangunan hunian baru yang layak, aman, dan nyaman melalui Program Rumah ASRI Polres Bogor Tahap III Tahun 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Leuwiliang didampingi forpincam Kecamatan Leuwiliang, serta Tim Rumah ASRI Polres Bogor menandai dimulainya perubahan nyata bagi warga yang selama ini menempati hunian kurang layak.
SATU RUMAH DI LEUWILIANG JADI BAGIAN DARI 7 UNIT TAHAP KETIGA
Dalam keterangannya, Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto menjelaskan bahwa di wilayah Kecamatan Leuwiliang, Bapak Kosasih menjadi satu-satunya penerima manfaat pada tahap ini. Penetapan ini bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui proses verifikasi ketat,
“Kriterianya memang warga prasejahtera yang benar-benar membutuhkan. Alhamdulillah, usulan ini disetujui oleh Bapak Kapolres Bogor. Bapak Engkos memenuhi syarat dan rumahnya memang sudah sangat memerlukan perbaikan menyeluruh.”
Secara keseluruhan, Tahap III Program Rumah Asri menyalurkan bantuan kepada 7 warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Sebelumnya, tahap pertama telah menyelesaikan 13 rumah dan tahap kedua 8 rumah — sehingga total 28 hunian telah atau akan dibangun melalui inisiatif kemanusiaan jangka panjang ini.

DIBONGKAR SORE INI, DIBANGUN BESOK PAGI
Terkait jadwal pembangunan, Kapolsek Leuwiliang menegaskan kecepatan dan ketepatan sebagai prioritas,
“Pembangunan akan kita laksanakan mulai besok pagi, secepatnya. Mudah-mudahan sesuai target, rumah dapat tuntas dan layak ditempati tepat waktu.”
Artinya, tak ada jeda yang terbuang. Bekas bangunan lama yang dirobohkan sore ini, esok pagi sudah berdiri kerangka rumah baru — kokoh, bersih, dan siap menjadi tempat berlindung yang layak bagi Bapak Engkos.
KEPALA DESA: ALHAMDULILLAH, WARGA KAMI DIPERHATIKAN
Kepala Desa Cibeber 1, Hj. Susiawati, menyambut langkah ini dengan penuh syukur. Menurutnya, kehadiran program ini berkat sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan kepolisian:
“Alhamdulillah, warga kami mendapat perhatian istimewa melalui Program Rumah Asri Polres Bogor ini. Hal ini berkat usulan dan tindak lanjut yang serius dari Polsek Leuwiliang. Bapak Kosasih adalah warga kami yang sangat membutuhkan, dan kini kebutuhannya didengar dan dipenuhi.”
BUKAN SEREMONIAL, TAPI MEMANUSIAKAN MANUSIA
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, sebelumnya menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial:
“Program Rumah Asri ini bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat. Kehadiran kita di lapangan harus benar-benar jadi solusi nyata bagi kesulitan warga. Tugas polisi bukan cuma urusan penegakan hukum, tapi juga memanusiakan manusia.”
Prinsip itulah yang terlihat nyata di Kampung Bayur sore ini. Bukan sekadar menyerahkan bantuan lalu pergi — melainkan turun langsung, memantau perobohan, memastikan pembangunan segera dimulai, dan memastikan warga yang paling membutuhkan benar-benar tersentuh.

HARAPAN BARU UNTUK BAPAK KOSASIH
Bagi Bapak Kosasih, pembongkaran sore ini bukan akhir dari tempat tinggal lamanya, melainkan awal dari kehidupan yang lebih bermartabat. Meski tak dapat berbicara, tatapan matanya menyiratkan rasa syukur yang mendalam — bahwa ia tidak dilupakan, bahwa ada yang peduli, dan bahwa rumah yang baru akan menjadi tempat yang aman, hangat, dan layak.
Dari perobohan sore ini, menuju pembangunan esok pagi. Satu rumah, satu harapan, satu bukti kepedulian yang nyata. (manabd)















