megaswaranews.com, SUKABUMI – DPRD Kabupaten Sukabumi menyoroti dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi SMK yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, meminta seluruh instansi pemerintah memperkuat pengawasan terhadap pelajar yang mengikuti program magang atau PKL.
Budi menilai peserta PKL membutuhkan lingkungan yang aman agar mereka dapat menjalani kegiatan praktik sekaligus memperoleh pengalaman kerja dengan nyaman.
“Kita harus menjadikan ini pembelajaran bagi semua. Jangan bermain-main dengan hal seperti ini. Kalau memang melakukan pelanggaran, harus siap mempertanggungjawabkannya sendiri,” ujar Budi Azhar Mutawali.
Budi juga menyampaikan keprihatinannya terhadap dugaan kasus yang menyeret seorang pejabat di Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi. Ia meminta seluruh perangkat daerah memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan peserta PKL.
Menurut Budi, pelajar yang mengikuti PKL berhak memperoleh perlindungan, rasa aman, dan lingkungan belajar yang kondusif. Instansi pemerintah juga perlu memastikan mekanisme pengawasan berjalan selama siswa menjalani praktik kerja.
Budi menegaskan, apabila proses hukum membuktikan adanya pelanggaran, pihak yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan perundang-undangan.
Sementara itu, kepolisian masih menangani perkara tersebut. Polisi telah menetapkan pejabat Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi berinisial TIP sebagai tersangka.
Proses hukum terhadap TIP masih berjalan. Status tersangka tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum, sementara pembuktian perkara tetap mengikuti proses peradilan yang berlaku.
DPRD Kabupaten Sukabumi berharap seluruh perangkat daerah memperkuat sistem pengawasan agar kegiatan PKL dan magang dapat berlangsung dalam lingkungan yang aman bagi para pelajar.
(INDRA SOPYAN)















