megaswaranews.com, CIBUNGBULANG, KABUPATEN BOGOR – Masalah tumpukan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang yang selama ini menjadi beban lingkungan dan sorotan utama, kini menemui titik terang dan jalan keluar tuntas. Langkah bersejarah baru saja dilaksanakan: peletakan batu pertama pembangunan dua fasilitas pengolahan canggih, yaitu Pembangkit Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) serta Pembangkit Sampah Energi (PSE) berbasis teknologi Pirolisis. Kedua fasilitas ini ditargetkan rampun dibangun dalam satu tahun ke depan dan mulai beroperasi penuh tahun depan, menandai berakhirnya praktik penimbunan sampah terbuka (open dumping) yang sudah berlangsung lama. Kamis (17/9/2026)
Proyek strategis ini berjalan berkat kerja sama antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dengan mitra pelaksana asal Tiongkok. Kapasitas yang disiapkan sangat memadai dan terukur,
PSEL, Mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari, diubah menjadi energi listrik yang bermanfaat.
PSE Pirolisis, Memproses tambahan 1.000 ton sampah per hari, menghasilkan sekitar 50.000 liter bahan bakar solar setiap harinya.
Kapasitas gabungan ini hadir untuk menjawab tantangan nyata: setiap hari, Kabupaten dan Kota Bogor menghasilkan total sekitar 4.000 ton sampah yang selama ini hanya ditumpuk terbuka di Galuga—cara yang tidak ramah lingkungan, rawan kebakaran, dan tidak berkelanjutan.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri langsung oleh pejabat tinggi negara. Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menegaskan makna dan tujuan besar proyek ini.
“Ini adalah jawaban nyata kami atas masalah sampah yang makin besar dan tidak bisa dibiarkan terus menumpuk di tanah terbuka. Kami bangun sistem yang tidak merusak lingkungan, tapi justru memberi manfaat ganda: menghasilkan listrik dan bahan bakar. Pembangunan dan kelestarian alam harus berjalan beriringan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Bogor menjadi contoh perubahan besar menuju pengelolaan sampah modern dan beradab.”
Sementara itu, Aris Marsudiyanto, Kepala BAPPISUS, menambahkan mengenai arah kebijakan dan keberlanjutan investasi ini.
“Proyek PSEL dan Pirolisis ini bukan sekadar fasilitas pengolahan, melainkan bukti terobosan baru dalam tata kelola sumber daya. Kami mengubah beban menjadi aset yang bernilai ekonomi tinggi. Kerja sama yang dibangun solid dan terencana agar mampu menampung serta menyelesaikan beban sampah harian secara tuntas tanpa menyisakan risiko pencemaran bagi masa depan wilayah ini.”
Pembangunan ini merupakan perwujudan nyata dari visi pemerintahan yang menempatkan isu lingkungan dan pengelolaan sampah sebagai prioritas utama. Ke depannya, wilayah Bogor tak lagi hanya membuang sampah, melainkan memprosesnya secara cerdas dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas. (manabd)














