megaswaranews.com CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR – Sebuah perubahan yang sangat berarti kini dirasakan langsung oleh seluruh warga Kampung Cisalada, RT 001 RW 005, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea. Akses jalan vital yang menjadi penghubung antar-wilayah telah selesai dibangun secara menyeluruh, jauh lebih lebar, kokoh, dan aman dibandingkan kondisi sebelumnya. Senin (14/9/2026)
Jalan Cisalada memiliki kedudukan yang sangat strategis dan penting, bukan hanya sebagai jalan lingkungan biasa, melainkan sebagai jalur penghubung utama antar-kecamatan: menghubungkan Desa Ciampea Udik di Kecamatan Ciampea dengan Desa Ciharuten Ilir yang masuk dalam wilayah Kecamatan Cibungbulang. Selama bertahun-tahun, jalan ini berukuran sempit, hanya cukup dilewati satu kendaraan dalam satu waktu, sehingga seringkali menyulitkan pertemuan kendaraan, menghambat kelancaran lalu lintas, serta membatasi laju perkembangan ekonomi warga sekitar.
Kini wajah akses tersebut berubah total. Pemerintah Desa Ciampea Udik telah melaksanakan pelebaran jalan sekaligus memperkuatnya dengan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) guna menjamin keamanan lingkungan dan ketahanan badan jalan. Kepala Desa Ciampea Udik, H. Cecep Basarudin, menjelaskan secara rinci latar belakang dan tujuan pembangunan infrastruktur tersebut.
“Dulu kondisi jalan ini sangat sempit dan terbatas, hanya muat untuk satu kendaraan melintas. Kami sadar sepenuhnya bahwa ini adalah urat nadi yang sangat penting, maka kami benahi total: dilebarkan hingga mencapai ukuran lebar 3 meter, dilengkapi tembok penahan tanah agar kokoh, tanah tidak longsor, dan warga—baik pejalan kaki maupun pengendara—bisa melintas dengan perasaan aman, nyaman, dan lega. Pembangunan jalan yang baik adalah pondasi utama bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa kami,” ujar H. Cecep dengan tegas.
Proyek pembangunan ini dibiayai melalui alokasi Bantuan Keuangan Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun Anggaran 2026. Adapun rincian teknis dan keuangannya sangat jelas dan terukur, Panjang keseluruhan jalur beserta konstruksi 96 meter, Lebar jalan yang dibangun 3,0 meter, Total Anggaran yang digunakan Rp 112.128.000,-
Adanya perbaikan besar ini membawa dampak perubahan yang sangat terasa. Hambatan lalu lintas yang selama ini dirasakan telah hilang, mobilitas warga kedua kecamatan menjadi jauh lebih lancar, perjalanan lebih singkat dan aman. Selain itu, dampak positif yang paling besar dan terasa secara langsung adalah di sektor perekonomian warga. Distribusi hasil bumi, barang dagangan, maupun akses pelayanan jasa kini berjalan tanpa kendala, membuka peluang pertumbuhan usaha dan kenyamanan interaksi antar-warga.
Di akhir keterangannya, Kepala Desa H. Cecep Basarudin menyampaikan harapan yang luas atas hasil pembangunan tersebut:
“Semoga upaya dan hasil kerja pembangunan ini membawa manfaat yang seluas-luasnya untuk jangka waktu yang panjang, menjadi bukti pemerataan pelayanan dan pembangunan infrastruktur yang merata di setiap penjuru Desa Ciampea Udik, serta membawa keberkahan dan kemajuan bagi masyarakat kita semua.” (manabd)














