megaswaranews.com, KABUPATEN BOGOR — Semangat keagamaan dan kebersamaan membara di tengah jamaah ibu‑ibu dari lima desa sekaligus. Majelis Taklim Al‑Ahkam melaksanakan kegiatan pengajian rutin bulanan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan partisipasi penuh warga dari Desa Ciampea, Desa Tegalwaru, Desa Ciampea Udik, Desa Cibanteng, dan Desa Benteng. Kelima desa yang saling berdampingan ini tampak menyatu dalam kehangatan iman, menjadikan momen ini bukan sekadar kegiatan satu kelompok, melainkan milik bersama seantero wilayah. Sabtu (29/8/2026)
Pimpinan Majelis Al – Ahkam, H. Taopik Saleh, menjelaskan bahwa Majelis Al‑Ahkam menyelenggarakan pengajian secara rutin sebulan sekali. Pada kesempatan kali ini, jadwal pengajian bulanan bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sehingga kegiatan dilaksanakan sekaligus, tetap melanjutkan rutinitas pembelajaran agama, sekaligus memperingati hari lahir Baginda Rasulullah dengan penuh rasa syukur dan cinta kasih. Seluruh jamaah yang hadir didominasi oleh para ibu‑ibu dari berbagai majelis taklim yang tersebar di kelima desa tersebut.
HARAPAN, TAMBAH ILMU, ERATKAN SILATURAHMI ANTAR DESA
Terkait tujuan kegiatan rutin ini, disampaikan bahwa harapan utamanya adalah agar para ibu‑ibu senantiasa bertambah wawasan dan ilmu agama yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menjalin, mempererat, dan memperluas tali persaudaraan serta silaturahmi antar majelis taklim—melintasi batas Desa Ciampea, Tegalwaru, Ciampea Udik, Cibanteng, hingga Benteng.
“Selain menambah ilmu agama yang bermanfaat, kegiatan seperti ini juga kita harapkan semakin mempererat silaturahmi antar ibu‑ibu majelis taklim dari berbagai desa,” ujarnya
HADIRKAN PENCERAMAH KHUSUS DARI BANDUNG
Dalam rangkaian kegiatan kali ini, pihak penyelenggara juga menghadirkan penceramah khusus untuk memperdalam pemahaman jamaah. Ada dua tokoh agama yang diundang untuk mengisi tausiyah, yaitu Kiai Farhan serta seorang dalang yang didatangkan khusus dari Bandung. Kehadiran para penceramah ini diharapkan semakin menambah keberkahan, mendalamkan pemahaman, serta membangkitkan semangat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW di tengah jamaah ibu‑ibu yang hadir dari berbagai penjuru desa.
MERAYAKAN MAULID WUJUD KECINTAAN UMAT KEPADA NABI
Ditambahkan pula makna mendalam di balik peringatan ini: “Kita ini sebagai umat Islam, tentu saja adalah umat dari Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka sudah selayaknya dan sepantasnya kita sebagai umatnya merayakan, memperingati, serta mencintai beliau dengan cara‑cara yang diridhoi Allah SWT,” tegasnya.
Peringatan Maulid bukan sekadar rutinitas semata, melainkan momen mengingat kembali kelahiran, perjuangan, akhlak mulia, serta segala ajaran yang dibawa Rasulullah. Dilakukan dengan niat memperteguh iman, menumbuhkan rasa cinta yang makin dalam, serta berusaha meneladani setiap sifat beliau dalam kehidupan sehari‑hari—baik di rumah, di lingkungan, maupun dalam hubungan antarwarga kelima desa ini.
Dengan berjalannya pengajian yang menyatukan warga Ciampea, Tegalwaru, Ciampea Udik, Cibanteng, dan Benteng, diharapkan ilmu yang didapat makin bermanfaat, ikatan persaudaraan makin tak terputus, serta semangat keimanan terus tumbuh subur demi terciptanya lingkungan yang saleh, rukun, dan penuh keberkahan bersama. (manabd)














