megaswaranews.com, GUNUNG PUTRI — Warga Kampung Salak Gading Babakan, Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kembali menggelar sedekah bumi pada bulan Maulud. Mereka menjalankan tradisi warisan leluhur itu sebagai bentuk syukur atas hasil bumi sekaligus memanjatkan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan warga.
Dalam prosesi tersebut, warga menyiapkan seekor kambing. Mereka menguburkan bagian kepala kambing di lokasi yang telah ditentukan. Warga juga membawa hasil bumi seperti beras dan ubi untuk melengkapi rangkaian ritual.
Setelah prosesi, warga mengolah daging kambing dan hasil bumi untuk disantap bersama. Mereka juga membagikan buah-buahan kepada masyarakat sekitar. Seluruh kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong dan doa bersama.
Pemangku adat Kampung Salak Gading Babakan, Sumarno, mengatakan warga menggelar tradisi tersebut setiap tahun pada bulan Maulud, biasanya pada tanggal 9 atau 10.
“Ini diadakan tiap tahun, tiap bulan Mulud antara tanggal 9 atau tanggal 10 bulan Mulud. Saya melanjutkan turun-temurun dari bapak saya karena bapak saya menitipkan ke saya karena harus dilanjutin, ini titip katanya.”
Sumarno melanjutkan amanah tersebut dari ayahnya agar tradisi leluhur tetap berjalan dan tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Pemerintah Desa Karanggan mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Desa Karanggan juga memiliki sejumlah lokasi yang masih menjaga tradisi dan peninggalan leluhur.
Di antaranya terdapat Sumur Kobak dan Legok Careuh. Warga juga menjalankan ritual sungkeman di Makam Panjang Cakung setelah Hari Raya Idulfitri.
Kepala Desa Karanggan, Asdi, mengatakan warga menggelar sedekah bumi atau sedekah panen untuk memohon keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa serta berharap hasil panen masyarakat tetap subur dan melimpah.
“Acara ini acara sedekah bumi atau acara sedekah panen yang dilaksanakan di Kampung Salak Gading atau Kampung Babakan. Tujuannya untuk mengharapkan keberkahan dari Yang Maha Kuasa, tentunya panen-panen di kampung ini subur makmur.”
Pemdes Karanggan berharap masyarakat terus menjaga situs dan peninggalan sejarah yang menjadi bagian dari warisan leluhur. Pemerintah desa juga mendorong pemerintah daerah ikut mendukung upaya pelestarian sejumlah lokasi bersejarah sebagai cagar budaya.
(edi)















