megaswaranews.com, Sukabumi – Pelayanan di Puskesmas Selabatu, Kecamatan Cikole, Sukabumi, dikeluhkan seorang pasien peserta BPJS Kesehatan. Saat datang untuk berobat dalam kondisi kurang sehat, pasien tersebut mengaku justru diminta mencari dokter sendiri.
Pasien bernama Iqbal Salim (48), warga Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, yang kini berdomisili di Kota Sukabumi. Ia datang ke Puskesmas Selabatu pada Jumat (14/8/2026) untuk memeriksakan keluhan dahak di tenggorokan yang tak kunjung sembuh sejak Maret 2026.
Menurut Iqbal, pelayanan di Poli Umum berjalan baik. Setelah diperiksa, ia diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di bagian laboratorium.
Namun saat tiba di ruang laboratorium, pintu ruangan dalam keadaan tertutup. Dalam kondisi badan meriang, mata perih, pusing, dan tenggorokan terus mengeluarkan dahak, ia berusaha mencari informasi kepada petugas yang berada di sekitar lokasi.
“Saya tanya ke petugas karena pintu laboratorium tertutup. Tapi saya malah disuruh mencari dokternya sendiri. Saya bilang tidak tahu dokternya yang mana, tetapi tetap diminta menyusul dokter,” ujar Iqbal.
Ia mengaku petugas hanya menunjuk ke suatu arah tanpa penjelasan yang jelas. Sementara dirinya tidak mengenal dokter yang dimaksud dan tidak mengetahui keberadaannya.
Merasa kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk berkeliling mencari dokter, Iqbal akhirnya memutuskan menghentikan proses pemeriksaan dan pulang ke rumah.
“Saya datang ke puskesmas karena sedang sakit. Badan meriang, mata perih, paha dan betis juga terasa nyeri. Dalam kondisi seperti itu saya tidak sanggup harus mencari dokter sendiri. Akhirnya saya pulang dan membeli obat di warung,” katanya.
Iqbal menyayangkan sikap petugas yang dinilainya kurang memberikan bantuan kepada pasien. Menurutnya, petugas kesehatan semestinya memahami kondisi orang yang datang berobat tidak selalu dalam keadaan prima.
“Kalau pasien sehat mungkin masih bisa mencari ke sana ke mari. Tapi ini saya datang dalam keadaan sakit. Seharusnya dibantu atau diarahkan dengan jelas, bukan malah disuruh mencari dokter sendiri,” ujarnya.
Peristiwa yang dialami Iqbal menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut. Sebab, selain pelayanan medis, pasien juga berhak mendapatkan informasi dan pendampingan yang memadai selama menjalani proses pemeriksaan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Selabatu terkait keluhan pelayanan yang disampaikan pasien tersebut. (Lison)














