megaswaranews.com, DRAMAGA – Kegiatan pengajian rutin setiap hari Selasa yang digelar Majlis Ta’lim Al-Hidayah Desa Ciherang kali ini terasa berbeda dan penuh kehangatan. Bukan sekadar berbagi ilmu agama seperti biasanya, pertemuan mingguan ini diisi dengan acara istimewa: Santunan Anak Yatim, sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih sayang umat terhadap mereka yang membutuhkan. Selasa (7/7/2026)
Kegiatan yang bertepatan dengan momen bulan Haram dan peringatan Hari Asyura ini mengusung semangat “Memupuk Cinta di Hari Asyura, Mengalir Berkah untuk Anak Yatim”, menghadirkan suasana kekeluargaan yang kental di tengah jamaah dan anak-anak yatim yang hadir.
Ketua Majlis Ta’lim Al-Hidayah, Dewi Majid Suherwin, menjelaskan bahwa penyisipan kegiatan santunan ini sengaja dilakukan untuk mengajak seluruh jamaah tidak hanya mendengarkan nasihat agama, tapi juga menghidupkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Biasanya setiap Selasa kita berkumpul untuk menuntut ilmu dan berzikir. Namun hari ini, kami ingin mengisi pengajian ini dengan berbagi dan berbagi kasih bersama anak-anak yatim di lingkungan Desa Ciherang. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan kita terhadap anak yatim, sebagaimana yang menjadi sifat dan teladan mulia dari Nabi Muhammad SAW,” ujar Dewi Majid Suherwin
Ia menambahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa orang yang memuliakan dan menopang anak yatim akan bersamanya kelak di surga, sejalan dengan posisi jari telunjuk dan jari tengah. Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kasih sayang kepada anak yatim bukan sekadar sedekah materi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan bukti keimanan yang nyata.
“Mereka bukanlah orang asing. Mereka adalah bagian dari kita, saudara-saudara kecil yang layak mendapatkan pelukan, perhatian, dan harapan agar tetap bisa tersenyum dan melangkah dengan berani,” tambahnya.
Di tengah suasana yang penuh haru, anak-anak yatim tampak ceria menerima santunan dan perhatian dari jamaah Majlis Ta’lim Al-Hidayah. Bagi panitia dan seluruh jamaah, kegiatan ini bukan sekadar pemberian bantuan sesaat, melainkan awal dari kebersamaan yang terus berlanjut—menjamin mereka tidak merasa sendirian, serta tetap mendapatkan dukungan untuk tumbuh dan meraih cita-cita.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menggerakkan hati masyarakat luas, khususnya warga Desa Ciherang, untuk semakin peduli dan peka terhadap kondisi anak yatim, serta kelompok rentan lainnya. Semoga setiap tetes kasih sayang yang diberikan menjadi berkah yang mengalir tak terputus, mendatangkan ketenangan bagi pemberi maupun penerima, dan menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya. (manabd)














