megaswaranews.com, bogor – Puluhan sopir angkot Trayek 21 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Senin. Mereka meminta pemerintah mengevaluasi keberadaan bus stop Biskita yang dinilai mengurangi jumlah penumpang angkot.
Dalam aksi tersebut, para sopir membawa armada angkot hingga ke halaman dan pintu masuk Kantor Dishub Kota Bogor. Salah satu angkot juga dicoret dengan cat semprot dan spidol berisi tulisan tuntutan sebagai bentuk protes.
Para sopir menilai bus stop Biskita di sepanjang jalur Tajur membuat penumpang lebih memilih menggunakan layanan Biskita. Akibatnya, pendapatan sopir angkot Trayek 21 rute Ciawi–Tajur terus menurun.
Salah seorang sopir, Tono, mengaku kondisi itu membuat penghasilannya merosot. Dalam satu kali perjalanan, angkot yang dikemudikannya kini hanya mengangkut sekitar empat hingga lima penumpang.
Para sopir berharap Pemerintah Kota Bogor mengevaluasi penempatan dan jumlah bus stop Biskita agar persaingan antara angkot dan transportasi massal tersebut berjalan lebih seimbang.
(wawan)















