megaswaranews.com, CIAMPEA – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bogor ke‑544, Pemerintah Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, menggelar upacara adat pengambilan air bersumber dari Mata Air Bairun dan tanah dari kawasan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan jejak perjuangan Prabu Eyang Tajimalela. Kegiatan berlangsung khidmat dan sarat makna budaya pada Senin, 22 Juni 2026, sebagai bagian dari rangkaian perhelatan besar “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak”.
Upacara ini bukan sekadar tradisi seremonial belaka, melainkan bentuk penghormatan mendalam terhadap akar sejarah Tatar Sunda. Prabu Eyang Tajimalela, yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Sumedang Larang dan tokoh leluhur yang mewariskan semangat “Insun Medal, Insun Madangan” atau “aku lahir, aku memberi penerangan”, memiliki kaitan garis keturunan dan sejarah yang erat dengan wilayah bekas pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran, cikal bakal Kabupaten Bogor.
Penyerahan air dari sumber mata air bairun dari turunan bairun kepada kepala desa dan camat ciampea (foto : manabd)
Mata Air Bairun sendiri dipercaya sebagai salah satu sumber kehidupan alami yang telah ada sejak zaman dahulu, yang airnya senantiasa jernih dan dipercaya membawa berkah. Sementara tanah yang diambil berasal dari kawasan yang menjadi jalur perjalanan dan tempat persinggahan leluhur, yang hingga kini dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat.
Dalam prosesi adat yang dipimpin oleh tokoh adat dan sesepuh desa, air diambil dengan menggunakan guci tradisional, sedangkan tanah diletakkan dalam wadah anyaman khas. Keduanya nantinya akan dibawa dan diserahkan dalam upacara puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor sebagai simbol persatuan, kesuburan, serta warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Kepala Desa Cihideung Udik H.Denny menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap sejarah leluhur kepada generasi muda. “Air dan tanah ini adalah bukti nyata bahwa kita hidup di atas tanah yang memiliki peradaban luhur. Melalui upacara ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa semangat kebijaksanaan dan persatuan yang diteladankan oleh Prabu Tajimalela harus terus kita lestarikan untuk memajukan Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Penyerahan tanah sejarah dari lingkungam makom prabu Tajimalela (foto : manabd)
Upacara dihadiri oleh Camat Ciampea, Yudhi Utomo, tokoh masyarakat, pemuka adat, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan jalannya prosesi. Mereka berharap tradisi semacam ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar nilai‑nilai luhur peninggalan leluhur tidak punyah ditelan zaman.
Air dan tanah yang telah dikumpulkan tersebut selanjutnya akan disatukan dengan hasil pengambilan dari titik‑titik bersejarah lain di seluruh kecamatan se‑Kabupaten Bogor, sebagai simbol kebersamaan seluruh warga dalam satu ikatan sejarah dan budaya yang sama.(•)














