megaswaranews.com, DRAMAGA – Pemerintah Desa Sukadamai menetapkan lokasi dan skala prioritas pemanfaatan Bantuan Keuangan Khusus Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun Anggaran 2026. Tahap pertama pembangunan difokuskan di wilayah RW 02 Kampung Cilubang, dengan alasan pemerataan dan keterbatasan anggaran tahun ini. Kamis (11/6/2026)
Kepala Desa Sukadamai, H. Pepen Supendi, menjelaskan bahwa wilayahnya yang luas dengan enam RW membuat pembangunan tidak bisa dilakukan serentak di semua titik. “Kami mulai dari RW 02 secara bertahap, nanti dilanjutkan ke RW 03, dan tahun berikutnya menyusul RW 04, 05, serta 06. Ini agar hasilnya nyata dan merata, tidak setengah jalan,”
Dijelaskan pula bahwa penentuan lokasi juga mempertimbangkan kesiapan lahan dan kebutuhan paling mendesak. Untuk program wajib Dayeuh Pajajaran dan penanganan sampah dialokasikan sesuai ketentuan juknis, yaitu sebesar Rp300 juta. Sementara untuk infrastruktur fisik, diprioritaskan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan perbaikan jalan desa, dengan konstruksi beton yang dinilai lebih awet dan teruji kualitasnya dibandingkan aspal . ungkapnya
“Rencananya tetap menggunakan beton, karena dari pengalaman kualitasnya lebih terjaga dan tahan lama dibanding aspal. Jika ada sisa anggaran nanti, baru dilengkapi jaring pengaman di lokasi rawan longsor,” tegasnya.
Untuk alokasi program lain, digitalisasi data desa disiapkan anggaran sebesar Rp29 juta yang akan diperhitungkan kembali agar benar-benar tepat sasaran dan matang pelaksanaannya. Sementara program Satu Desa Satu Sarjana tetap dijalankan untuk empat orang penerima, dengan komposisi dua warga desa, satu staf pemerintahan, dan satu lagi dibuka untuk umum.
Pemerintah desa berkomitmen melaporkan secara terbuka setiap rincian anggaran dan progres pekerjaan agar masyarakat dapat memantau dan mengawasi pelaksanaannya secara transparan dan akuntabel.
Terkait rencana perbaikan kantor desa yang sebelumnya diusulkan, diputuskan untuk ditunda sementara. “Memang kantor desa juga butuh perbaikan, namun kami utamakan yang paling mendesak dan dirasakan langsung manfaatnya oleh banyak warga. Rehab kantor bisa diusulkan kembali pada anggaran tahun mendatang,” pungkasnya.














