megaswaranews.com, ciampea – Warga Kampung Ciampea Ilir, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, kembali menggelar tradisi Babarit atau Sedekah Bumi yang juga dikenal sebagai Ngeramat. Tradisi yang diikuti warga RT 02 dan RT 08 RW 06 ini menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki dan hasil bumi yang diberikan Allah SWT.
Masyarakat rutin menggelar Babarit setiap tahun sebagai upaya menjaga warisan budaya leluhur. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antarwarga.
Kepala Desa Tegalwaru, Hajah Nunung Nuriyah, mengapresiasi komitmen masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut. Menurutnya, meski memiliki nama berbeda di setiap daerah, seperti Babarit, Ngeramat, atau Sedekah Bumi, tradisi ini tetap memiliki makna yang sama, yaitu melestarikan budaya sekaligus mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.
Nunung menjelaskan, pelaksanaan tradisi tidak dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah karena setiap lingkungan memiliki jadwal dan kebutuhan yang berbeda. Meski demikian, Pemerintah Desa Tegalwaru berharap tradisi ini terus berlangsung agar nilai budaya lokal tetap terjaga.
Sementara itu, sesepuh Ciampea Ilir, Ustadz Abdul Rochman, menilai Babarit bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini, menurutnya, menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menghormati dan melestarikan warisan para leluhur.
Hingga kini, masyarakat Ciampea Ilir terus menjaga tradisi Sedekah Bumi atau Babarit sebagai bagian dari identitas budaya. Tradisi ini menunjukkan bahwa nilai budaya leluhur dapat berjalan selaras dengan nilai keagamaan serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
(mande)















