megaswaranews.com, SUKABUMI – Puluhan massa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi menggelar aksi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Jumat, 18 September 2026. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pengelolaan sampah, kondisi TPA Cikundul, hingga transparansi anggaran.
Ketua PC PMII Kota Sukabumi Fahmi Fauzi mengatakan pihaknya menyoroti kondisi TPA Cikundul yang dinilai menghadapi persoalan kapasitas. PMII juga meminta pemerintah memperkuat pengurangan sampah sejak dari sumber agar volume sampah yang masuk ke TPA tidak terus meningkat.
Menurut Fahmi, pemerintah tidak cukup hanya mengangkut sampah dari permukiman menuju tempat pemrosesan akhir. Ia mendorong pemilahan sampah dari rumah, penguatan bank sampah, serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
PMII juga meminta DLH membuka informasi mengenai pengelolaan anggaran persampahan. Mereka turut menyoroti dugaan ketidaksesuaian pertanggungjawaban belanja bahan bakar minyak (BBM) yang, menurut PMII berdasarkan kajian atas pemeriksaan BPK, mencapai sekitar Rp486 juta pada 2025.
Fahmi menegaskan pihaknya meminta pemerintah menindaklanjuti catatan pemeriksaan tersebut secara transparan dan sesuai ketentuan. Ia juga meminta pemerintah membuka informasi terkait penggunaan anggaran dan program pengelolaan sampah kepada masyarakat.
DLH Akui Pengelolaan Sampah Belum Optimal
Sekretaris DLH Kota Sukabumi Yelly Yumaeli mengakui pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala dalam mengelola sampah. DLH kini mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah untuk mengurangi beban di TPA Cikundul.
“Pengelolaan sampah memang masih belum optimal. Kami terus melakukan berbagai upaya, salah satunya mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah,” ujar Yelly.
DLH juga menggandeng 33 kelurahan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumber. Program tersebut mencakup penggunaan komposter, biopori, serta pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos.
Selain itu, DLH berencana mengaktifkan kembali sejumlah TPS 3R yang belum berjalan maksimal. Pemerintah Kota Sukabumi sebelumnya juga menyatakan ingin memperkuat pengelolaan sampah dari hulu dan mengurangi sampah yang masuk ke TPA Cikundul.
Yelly menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam mengoptimalkan program persampahan.
Aksi PMII tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait pengelolaan lingkungan di Kota Sukabumi. Massa meminta pemerintah memperkuat pengurangan sampah, menangani persoalan TPA Cikundul, serta meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran.
Di sisi lain, DLH menyatakan akan melanjutkan program pengurangan sampah dari sumber dan mengoptimalkan TPS 3R sebagai bagian dari upaya mengurangi beban TPA Cikundul.
(Sofwan Zulfikar)















