megaswaranews.com, Bogor – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor mendapat respons dari sejumlah elemen masyarakat.
Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) bersama Pemuda Lira Bogor menggelar aksi syukuran di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (21/9/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 300 orang tersebut diisi dengan doa bersama, ruatan, serta penyembelihan dua ekor domba sebagai simbol rasa syukur atas terungkapnya dugaan praktik korupsi yang kini tengah ditangani KPK.
Ketua HPPMI Yusuf Bachtiar mengatakan, penindakan yang dilakukan KPK dinilai menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menginginkan pelayanan pertanahan yang lebih bersih dan transparan.
“Kami bersyukur karena penegakan hukum berjalan. Harapan kami, kasus ini menjadi momentum perbaikan pelayanan pertanahan di Kabupaten Bogor,” ujar Yusuf.
Menurutnya, masyarakat selama ini kerap mengeluhkan berbagai persoalan pelayanan pertanahan.
Karena itu, terungkapnya kasus yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan ATR/BPN Kabupaten Bogor diharapkan menjadi pintu masuk pembenahan sistem dan tata kelola pelayanan publik.
Dalam aksi tersebut, peserta memanjatkan doa bersama sebelum daging domba yang disembelih dipanggang dan disantap bersama di lokasi kegiatan.
Selain mengapresiasi langkah KPK, HPPMI juga meminta agar pimpinan ATR/BPN Kabupaten Bogor yang nantinya ditunjuk dapat bekerja secara profesional, transparan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kami berharap ke depan pelayanan pertanahan semakin baik, bebas dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat, serta mampu mengembalikan kepercayaan publik,” kata Yusuf.
Hingga berita ini ditulis, aksi syukuran dan makan bersama tersebut masih berlangsung di depan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor dengan pengawalan aparat keamanan. (M. Yusuf)















