megaswaranews.com, BOGOR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Darurat, Bogor Menggugat di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 61 tuntutan kepada pemerintah daerah dan DPRD untuk diteruskan kepada pemerintah pusat. Mereka menyoroti berbagai persoalan nasional maupun daerah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, hingga pemberantasan korupsi.
Aksi sempat memanas saat mahasiswa berupaya mendekati pintu utama Istana Bogor. Petugas kepolisian menutup akses menuju lokasi sehingga terjadi aksi dorong antara massa dan aparat.
Mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi program MBG, terutama terkait tata kelola dan sumber pendanaannya. Mereka juga mendesak pemerintah menjaga anggaran pendidikan dan kesehatan agar tetap sesuai peruntukan.
Selain itu, BEM se-Bogor Raya menuntut pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok masyarakat. Menurut mereka, kenaikan harga dapat menekan daya beli dan kesejahteraan warga.
Koordinator BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzi, menegaskan mahasiswa juga mendorong penguatan pemberantasan korupsi, penerapan sistem meritokrasi dalam jabatan publik, serta percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.
Mahasiswa menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan skala lebih besar
(wawan)















