megaswaranews.com, BOGOR — Satu hari pasca terjadinya dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Dramaga, Rabu pagi ini sejumlah siswa masih menjalani observasi medis di Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi, Dramaga, Kabupaten Bogor. Rabu (28/10/2026)
Berdasarkan data yang dihimpun, sebelumnya tercatat sekitar 481 siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 40 siswa dirujuk ke Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dan RS Medika Dramaga untuk pemantauan lebih lanjut. Hingga Rabu pagi, jumlah siswa yang masih diobservasi di RS Karya Bhakti Pratiwi tersisa 7 orang dengan kondisi sakit ringan hingga sedang di Ruang Yasmin, lantai 4. Sebelumnya, hingga Selasa malam tercatat 13 siswa masih menjalani penanganan medis di tiga fasilitas kesehatan, yaitu Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi.
Salah satu siswa yang terdampak, Nur Intan, menceritakan keluhan yang dialaminya.
“Sekarang sudah agak enak. Kemarin setelah makan MBG saya merasa mual, pusing, dan sesak napas,” ungkapnya.
Vahreza, siswa lainnya, juga merasakan gejala serupa.
“Makan hari Senin, gejalanya baru terasa malam, lalu Selasa pusing, mual, dan sesak. Sekarang kondisinya mulai membaik,” katanya.
Kekhawatiran kini melanda para orang tua siswa. Rusli, salah satu orang tua, menyampaikan rasa panik dan harapannya.
“Saya panik sebagai orang tua. Was‑was dan meminta pengelolaan MBG segera diperbaiki dan diperketat,” tegasnya.
Yulia Yasmi, Humas RS Karya Bhakti Pratiwi, membenarkan penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit.
“Kemarin sore ada 40 siswa yang dibawa ke sini dengan keluhan mual dan gejala ringan. Saat ini tinggal 7 orang yang masih menjalani observasi,” jelasnya.
Terkait penyebab sementara, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menyebut dugaan awal mengarah pada penggunaan bumbu kacang yang diolah oleh pihak ketiga sebelum disalurkan ke SPPG Dramaga 4 — praktik yang dinilai tidak sesuai prosedur operasional standar.
“Dugaan sementara mengarah pada bumbu kacang yang diolah pihak ketiga. Untuk itu operasional SPPG Dramaga 4 kami hentikan sementara,” ujar Haidir.
Badan Gizi Nasional secara resmi telah menghentikan sementara operasional SPPG Dramaga 4 hingga waktu yang belum ditentukan, guna memastikan keamanan pangan dan menyelesaikan investigasi secara menyeluruh. Penghentian ini akan berlangsung hingga hasil pemeriksaan membaik dan tidak ada lagi korban baru.
KPPG Bogor menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, fasilitas kesehatan, serta instansi terkait. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap pelaksanaan Program MBG, mencakup keamanan pangan, pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan. Sanksi tegas akan diberikan kepada pihak yang terbukti tidak menjalankan standar operasional prosedur.
“Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat di seluruh rantai pengolahan makanan. Keamanan pangan adalah prioritas utama,” tegas Haidir. (manabd)















