megaswaranews.com, SUKABUMI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui latihan gabungan kepalangmerahan dan penanganan bencana.
PMI Kota Sukabumi menggelar latihan tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-81 PMI di Villa Yustik, Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan melibatkan anggota PMI, relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat), serta anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP dan SMA se-Kota Sukabumi.
Para peserta mengikuti berbagai materi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan menghadapi potensi bencana. Latihan juga membekali relawan menghadapi kondisi yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.
PMI Sukabumi Terima Dua Armada Baru
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Sukabumi menerima dua unit armada baru untuk memperkuat operasional pelayanan kemanusiaan dan respons terhadap bencana.
Ketua PMI Kota Sukabumi, H. Suranto, mengatakan armada baru tersebut dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk distribusi air bersih saat terjadi kekurangan air.
“Suplai air bisa sampai 500 ribu liter. Kemudian ada kegiatan anak-anak PMR dan pelatihan bagi pembina atau pelatih PMR, sehingga ada keseragaman pengetahuan mengenai kebutuhan PMR,” ujar Suranto.
PMI Kota Sukabumi juga akan memanfaatkan armada tersebut untuk mendukung kegiatan kebencanaan dan pelatihan relawan Sibat.
Selain memperkuat sarana operasional, PMI terus meningkatkan kapasitas relawan agar mereka mampu memberikan respons cepat ketika menghadapi kondisi darurat.
Perkuat Kapasitas Relawan
PMI Kota Sukabumi berharap tambahan armada dan peningkatan keterampilan relawan dapat memperkuat pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Latihan gabungan juga menjadi ruang bagi PMI, Sibat, dan PMR untuk meningkatkan koordinasi serta menyamakan pemahaman mengenai penanganan bencana.
Dengan dukungan personel yang terlatih dan sarana operasional yang memadai, PMI Kota Sukabumi terus mempersiapkan diri untuk memberikan bantuan secara cepat ketika masyarakat menghadapi situasi bencana atau kondisi darurat.
(M. Ujang Heryaman)















