megaswaranews.com, LEUWISADENG, KABUPATEN BOGOR — Pementasan seni dan budaya bertajuk “Semarak Budaya Nusantara” yang digelar SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, sukses menyita perhatian dan memukau jajaran Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Acara yang berlangsung pada Selasa (29/09/2026) ini menampilkan kekayaan ragam tarian tradisional serta keindahan busana adat dari berbagai daerah di seluruh penjuru Nusantara.
Mengusung tema “Sehat Berbudaya, Budaya Menyehatkan”, kegiatan ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan bukti nyata komitmen sekolah dalam melestarikan warisan leluhur sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Para siswa tampil penuh percaya diri membawakan tarian khas dari Sumatera Barat, Bali, dan beragam daerah lainnya, diiringi kreasi seni yang dirancang bersama para guru.
Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Dr. Ir. Feri Arlius, hadir langsung di lokasi dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kualitas penyelenggaraan acara tersebut.

Tarian Dari Bali Oleh Siswa-Siswi SMK Kesehatan Prof.Dr.Moestopo
“Luar biasa penyelenggaraan Semarak Budaya Nusantara ini. Kami melihat bakat luar biasa dari para siswa sekaligus kreasi apik dari para guru dalam menyajikan pertunjukan seni budaya. Ada tarian dari Sumatera Barat, Bali, dan berbagai daerah lain di seluruh Indonesia. Pihak Kementerian Kebudayaan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo,” ujar Dr. Feri Arlius.
Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan serupa sejauh ini baru digelar di empat sekolah di seluruh Indonesia, dan kehadirannya di Bogor menjadi bukti kepercayaan sekaligus dorongan agar semangat pelestarian budaya terus menyebar ke lebih banyak institusi pendidikan.
“Kegiatan ini kalau tidak keliru sudah yang keempat kalinya dilaksanakan di lingkungan sekolah. Tentu kami akan terus mendukung. Harapan kami, tahun depan semakin banyak sekolah yang menggelar kegiatan serupa, sehingga nilai-nilai luhur budaya terus tertanam di hati para siswa,” tambahnya.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, Dr. Feri menilai inisiatif sekolah ini sebagai langkah cemerlang yang menjawab tantangan zaman. Pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga mandiri di bawah pemerintahan saat ini menjadi bukti keseriusan negara mengangkat harkat dan martabat budaya bangsa ke permukaan.
“Kita saksikan sendiri bagaimana arus globalisasi perlahan mengikis nilai-nilai budaya kita. Itulah sebabnya pembentukan Kementerian Kebudayaan berdiri sendiri saat ini — sebagai wujud tekad kuat agar seni dan budaya kita kembali tampil dan dikenal luas,” tegasnya.
Sejumlah guru dan murid tampil menggunakan kostum berbagai daerah di Indonesia
Ia juga mengingatkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32, yang menegaskan kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah pergaulan peradaban dunia. Semangat ini dijalankan secara nyata oleh Menteri Kebudayaan, Prof. Dr. Fadli Zon, melalui penguatan pelestarian cagar budaya, revitalisasi museum, serta dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya di masyarakat maupun di sekolah.
“Tidak cukup budaya kita dikenal di dalam negeri saja — budaya Nusantara harus tampil di panggung dunia. Itulah misi yang diemban Bapak Menteri Kebudayaan. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan makin mencintai budaya sendiri, menjadikannya benteng diri dari pengaruh asing yang tidak sesuai, sekaligus memperkuat jati diri bangsa di mata dunia,” pungkas Dr. Feri Arlius.
Dengan terselenggaranya acara ini, SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam bidang keahlian, tetapi juga berperan aktif menjaga, melestarikan, dan mewariskan kekayaan budaya bangsa kepada generasi penerus. (manabd)















