megaswaranews.com, LEUWILIANG, KABUPATEN BOGOR — Semangat kebersamaan dan kerinduan menimba keberkahan menyelimuti perjalanan rombongan Tim Relawan Susiawati serta Relasi Jilid II Desa Cibeber Satu, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Pada Minggu (26/9/2026), puluhan warga berangkat bersama melaksanakan kegiatan wisata religi menuju Banten Lama dan Serang, sebuah perjalanan yang tak sekadar ziarah, melainkan pengikat persaudaraan yang makin kokoh.
PERJALANAN PENUH BERKAH MENJEJAK SEJARAH KESUNGGUHAN
Langkah rombongan tertuju ke sejumlah tempat bersejarah dan penuh keagungan di tanah Banten. Sebagai ketua rombongan, Ustadz Asep Mulya Drajat menjelaskan bahwa destinasi yang dikunjungi sarat makna sekaligus menjadi pengingat keteladanan para ulama pendiri bangsa:
“Kami berziarah ke Masjid Agung Banten Lama, lalu menuju Makam Maulana Yusuf, serta Makam Syekh Jamaludin di Merak, Banten. Semoga di setiap langkah kami meneladani keteguhan, kesabaran, dan semangat menyebarkan kebaikan yang dicontohkan para leluhur.”
Suasana haru dan khidmat terasa di setiap tempat yang disambangi. Doa bersama dipanjatkan, kebersamaan dirasakan begitu hangat, dan kebersamaan itu terasa menguatkan hati setiap peserta yang hadir.
PEMBINA DESA APRESIASI KEKOMPAKAN YANG LUAR BIASA
Kehadiran H. Budy Antoro, selaku Pembina Desa Cibeber Satu yang turut mendampingi rombongan sepanjang perjalanan, menjadi dorongan sekaligus penghargaan tulus bagi seluruh peserta. Ia menyampaikan rasa bangganya melihat kekompakan yang tumbuh begitu indah di tengah warga:
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh Tim Relawan Susiawati serta seluruh elemen Relasi Jilid II. Ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bukti nyata persatuan yang tumbuh dari hati. Kekompakan seperti inilah yang menjadi kekuatan terbesar kita.”
Kehadiran beliau di samping warga sepanjang perjalanan pun menjadi tanda kebersamaan yang tulus — pemimpin dan rakyat berjalan bersama, berdoa bersama, dan merasakan kehangatan persaudaraan yang tak terpisahkan.
KEBERSAMAAN INI LANJUT HINGGA MENYUKSESKAN PILKADES
Tujuan utama di balik kegiatan ini bukan sekadar mengenang para ulama, melainkan mempererat ikatan persaudaraan yang akan terus dijaga ke depannya. Ustadz Asep Mulya Drajat menegaskan bahwa semangat kebersamaan ini takkan berhenti di perjalanan ziarah ini saja:
“Kami berharap kebersamaan yang terjalin hari ini terus berlanjut, makin erat, dan makin kokoh. Semangat inilah yang akan kita bawa untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Desa nanti — dengan persatuan, dengan keikhlasan, dan dengan niat tulus demi kemajuan Desa Cibeber Satu yang kita cintai bersama.”
Kekuatan yang terlihat hari ini diyakini akan menjadi fondasi kokoh: tak ada lagi perpecahan, tak ada lagi perdebatan yang memisahkan, melainkan semangat satu hati untuk membangun desa menuju masa depan yang lebih cerah, lebih sejahtera, dan lebih berkah.
SATU HATI, SATU TUJUAN: CIBEBER SATU MAJU BERSAMA
Pulang dari perjalanan ini, wajah-wajah tampak cerah, hati tampak penuh harapan. Semangat yang dibawa pulang bukan sekadar kenangan indah, melainkan tekad yang makin bulat — untuk terus berjalan beriringan, saling menguatkan, dan bekerja bahu-membahu demi kebaikan bersama. (manabd)















