megaswaranews.com, SUKABUMI — Oji, lansia berusia 74 tahun, masih bertahan di rumah reyot di Kampung Pangkalan, Desa Pasir Datar, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Ia tinggal bersama tiga anggota keluarganya dalam rumah yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Oji menempati rumah tersebut sejak 1975. Seiring waktu, bangunan mengalami kerusakan di sejumlah bagian. Sebagian atap genteng bahkan sudah ambruk sehingga keluarga Oji hanya bisa menggunakan dua kamar.
Keluarga Oji tidak lagi menggunakan ruang tengah karena khawatir bangunan tersebut membahayakan keselamatan mereka. Kondisi rumah juga semakin buruk ketika hujan turun.
Air hujan masuk melalui atap yang berlubang. Lantai rumah yang masih berupa tanah juga mudah tergenang ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Oji mengatakan petugas sudah beberapa kali mendata kondisi rumahnya. Petugas juga mengambil foto rumah tersebut untuk mengusulkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Namun, hingga kini Oji belum menerima kepastian mengenai bantuan tersebut. Ia berharap pemerintah segera membantu memperbaiki rumah yang selama puluhan tahun menjadi tempat tinggal keluarganya.
“Rumah ini saya tempati sejak tahun 1975. Sudah lama kondisinya rusak, apalagi kalau hujan air masuk ke dalam rumah. Saya berharap ada bantuan untuk memperbaikinya,” ujar Oji.
Sementara itu, Pemerintah Desa Pasir Datar mengaku belum mengetahui secara rinci kondisi rumah Oji. Sekretaris Desa Pasir Datar mengatakan pihaknya perlu mengecek kembali data dan kondisi rumah tersebut.
Keluarga Oji kini berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah segera mengambil langkah. Mereka membutuhkan rumah yang lebih aman dan layak, terlebih saat musim hujan meningkatkan risiko kerusakan bangunan.
Kondisi rumah Oji juga menjadi perhatian karena kerusakan atap dan lantai tanah dapat membahayakan penghuni. Keluarga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi segera memberikan solusi nyata melalui program perbaikan rumah.
(Muhammad Ujang Ryaman)














