megaswaranews.com, SUKABUMI — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengajak Wakil Wali Kota Bobby Maulana, unsur Forkopimda, dan sejumlah perwakilan instansi menyusuri jejak sejarah Kota Sukabumi melalui Sukabumi City Tour, Rabu (9/9/2026).
Ayep Zaki memimpin langsung rombongan dari Balai Kota Sukabumi. Rombongan kemudian mengunjungi empat destinasi bersejarah, yakni Museum Soekaboemi Tempo Doeloe, Museum Setukpa Polri, Rumah Tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir, serta Museum Tionghoa.
Ayep Zaki menyebut keempat lokasi tersebut menyimpan nilai sejarah penting bagi Kota Sukabumi. Ia mengajak masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah untuk mengenal serta mengunjungi destinasi tersebut.
“Hari ini spesial karena Sukabumi City Tour diikuti bersama Forkopimda. Kita mengunjungi empat destinasi sejarah yang menjadi kebanggaan Kota Sukabumi dan layak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Ayep Zaki.
Menurut Ayep Zaki, sekitar 800 peserta telah mengikuti program Sukabumi City Tour. Peserta tidak hanya berasal dari Sukabumi, tetapi juga datang dari luar Jawa Barat.
Pemkot Sukabumi turut memasukkan budaya lokal dalam konsep perjalanan wisata. Saat tiba di Stasiun Sukabumi, wisatawan akan disambut Mojang Jajaka sebelum berkeliling kota menggunakan kendaraan wisata khusus.
Mojang Jajaka memperkenalkan budaya Sunda sekaligus menyapa wisatawan dengan keramahan khas Kota Sukabumi.
Pemkot Sukabumi juga terus memperbaiki tata kelola pariwisata. Dalam penilaian tata kelola pariwisata, Kota Sukabumi kini menempati peringkat keempat dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Pemkot Sukabumi menggandeng Forkopimda, pelaku budaya, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi wisata sejarah dan budaya.
Ayep Zaki ingin pemerintah menghidupkan kembali bangunan bersejarah, museum, dan situs budaya sebagai ruang edukasi sekaligus destinasi wisata. Ia juga melihat potensi tersebut dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melalui Sukabumi City Tour, Pemkot Sukabumi mengajak masyarakat mengenal sejarah kota sekaligus menikmati kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah.
(Sofwan Zulfikar)















