megaswaranews.com, SUKABUMI – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai menyusun strategi kebangkitan politik di Kabupaten Sukabumi setelah gagal mempertahankan kursi di parlemen pada Pemilu 2024.
Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang digelar di kawasan Tahu Sumedang Jalur RM H. Didi, Jumat (31/7/2026), Hanura menegaskan fokus utama partai saat ini bukan perebutan kekuasaan, melainkan membangun kembali kekuatan organisasi hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat, Dian Rahadian, mengakui posisi Hanura saat ini sebagai partai non-parlemen di Kabupaten Sukabumi menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, konsolidasi internal dan penguatan struktur partai menjadi prioritas menjelang Pemilu 2029.
Menurut Dian, Muscab merupakan amanah konstitusi partai yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali untuk memilih kepengurusan baru sekaligus menentukan arah perjuangan partai ke depan.
Di tengah minimnya representasi politik di legislatif, Hanura memilih memperkuat fondasi organisasi dengan membangun kepengurusan hingga tingkat kecamatan, desa, kelurahan, bahkan lingkungan RT dan RW.
“Fokus kami sekarang membangun struktur partai sampai ke tingkat basis. Semua pengurus harus berkonsentrasi memperkuat organisasi terlebih dahulu,” kata Dian.
Langkah tersebut menjadi bagian dari target besar Hanura untuk meningkatkan jumlah anggota secara signifikan. Jika pada Pemilu 2024 jumlah anggota Hanura di Kabupaten Sukabumi tercatat sekitar 3.000 orang, partai menargetkan angka itu melonjak menjadi 10.000 anggota dalam waktu dekat.
Target tersebut dinilai menjadi ujian awal bagi kepengurusan baru Hanura di Sukabumi. Sebab, selain harus memperluas basis dukungan, partai juga berupaya memastikan seluruh anggota yang terdaftar merupakan anggota aktif dan terverifikasi.
Dian menegaskan, proses perekrutan anggota harus dilakukan secara terbuka dan tidak boleh ada pencatutan nama masyarakat tanpa persetujuan.
“Kita ingin anggota yang benar-benar riil. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak tahu tiba-tiba menjadi anggota partai. Yang dibangun adalah keanggotaan yang sadar dan ingin bersama-sama membangun masyarakat melalui Hanura,” ujarnya.
Meski berada di luar parlemen, Hanura memastikan tidak akan mengambil posisi berseberangan dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Partai besutan Oesman Sapta Odang itu memilih mengambil peran sebagai mitra pembangunan daerah dengan mendukung program-program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita harus bahu-membahu dengan pemerintah daerah dalam membangun Sukabumi. Jika ada program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Hanura siap berpartisipasi,” tandas Dian.
Muscab IV Hanura Kabupaten Sukabumi pun menjadi momentum konsolidasi sekaligus titik awal upaya partai untuk kembali merebut kepercayaan publik dan mengembalikan eksistensinya di panggung politik lokal menjelang Pemilu 2029. (Eka Setia)















