megaswaranews.com, Bogor – Keterbatasan ruang kelas hingga kerusakan sarana belajar masih menjadi masalah utama dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Kondisi ini terungkap dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan 2, yang digelar di Aula Kecamatan Gunung Putri, Selasa (14/7/2026).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP, H. Junaidi Samsudin atau akrab disapa Junsam, mengaku sangat prihatin menyimak langsung keluhan warga. Wilayah Gunung Putri yang berkembang pesat ternyata masih memiliki sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan sarana prasarana jauh dari layak, terutama perabotan belajar yang rusak.
“Kami sangat prihatin mendengar masih banyak sekolah yang mebelnya rusak dan fasilitasnya belum memadai. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami di DPRD agar kebutuhan dasar pendidikan segera terpenuhi,” ujar Junsam saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Dalam penyerapan aspirasi tersebut, tercatat 18 perwakilan warga menyampaikan total 42 usulan pembangunan. Sebagian besar berkaitan dengan :
– Pembangunan gedung dan ruang kelas baru.
– Pengadaan perabotan sekolah yang layak;
– Pembangunan pagar sekolah demi keamanan.
– Peningkatan infrastruktur jalan dan jaringan irigasi.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi sorotan tajam. Warga mengusulkan relokasi Puskesmas Ciangsana ke kawasan Kota Wisata, mengingat lokasi saat ini sudah tidak representatif akibat keterbatasan lahan parkir serta minimnya fasilitas penunjang pelayanan.
Menanggapi seluruh aspirasi itu, Junsam menegaskan pihaknya akan mengawal ketat agar alokasi anggaran daerah benar-benar berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang memprioritaskan tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Kami di DPRD akan memperjuangkan aspirasi ini agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Puluhan usulan yang masuk tidak akan sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan direalisasikan secara bertahap,” tandasnya.
Kegiatan reses ini dihadiri tujuh dari sepuluh anggota DPRD Dapil 2, sementara tiga anggota lainnya melaksanakan penyerapan aspirasi secara mandiri. (Tim mgstv)















