megaswaranews.com, DRAMAGA – Upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui perbaikan dan pembangunan sarana pengairan pertanian. Salah satu proyek strategis yang kini sedang berjalan adalah pembangunan saluran irigasi di Kampung Sempur, RT 02 RW 05, Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Kamis (23/7)
Proyek ini masuk dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Sesuai papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan ini bernama Cisasah Kiri, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp195.000.000, yang ditandatangani pada 17 Juni 2026 dan dikerjakan oleh kelompok masyarakat setempat, P3A Petir Jaya.
Ketua P3A Petir Jaya, Jaya menjelaskan, pembangunan ini dirancang agar pemanfaatan air menjadi jauh lebih efisien, sehingga pengelolaan aliran air menjadi lebih teratur dan beban kerja pengaturan air dapat berkurang secara signifikan.
“Pembangunan ini memang sengaja dirancang sedemikian rupa agar pengaliran air menjadi lebih efektif dan efisien. Kalau air sudah bisa mengalir dengan baik dan teratur, maka pekerjaan pengaturan air pun menjadi lebih ringan. Nantinya saluran ini akan mampu mengairi lahan pertanian seluas sekitar 50 hektar, dan seluruhnya khusus melayani wilayah Desa Petir saja, tidak sampai ke desa tetangga,” ujarnya.
Secara rinci, pembangunan fisik yang dilaksanakan meliputi pembuatan saluran irigasi sepanjang sekitar 400 meter, serta satu unit bangunan bendungan dengan ukuran lebar 7 meter dan tinggi 2 meter. Kehadiran bendungan ini berfungsi untuk menampung dan mengatur aliran air agar dapat disalurkan secara merata ke seluruh hamparan persawahan.
Dengan selesainya proyek ini, diharapkan ketersediaan air untuk pertanian dapat terjamin sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau yang kerap membawa ancaman kekeringan. Hal ini tentu akan sangat membantu para petani dalam menjamin kelangsungan proses tanam hingga panen, serta berpotensi meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat Desa Petir secara berkelanjutan. (manabd)














