megaswaranews.com, CIAMPEA – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB, Lukmanudin Ar-Rasyid, melontarkan kritik tegas sekaligus perintah kerja nyata kepada Camat Ciampea yang baru saja dilantik, Yudhi Utomo. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang baru harus segera mengatasi dua masalah mendesak yang sudah lama menjadi keluhan warga: pendirian SMP Negeri 2 Ciampea dan pembangunan jalan tembus penghubung Perumahan Dramaga Pratama–Araya.
Pernyataan keras itu disampaikan usai acara serah terima jabatan. Menurut Lukmanudin, masalah ini tidak boleh lagi ditunda-tunda karena sudah berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
“Selama ini kebutuhan pendidikan dan kelancaran lalu lintas di Ciampea terabaikan. Kami tidak ingin janji lagi, kami butuh tindakan nyata. Camat yang baru harus menjadikan ini prioritas utama,” tegasnya dengan nada tegas.
Data menunjukkan, Kecamatan Ciampea memiliki luas 3.304,42 hektare dengan penduduk mencapai 177.866 jiwa yang tersebar di 13 desa. Secara standar pelayanan publik, wilayah sebesar ini sudah seharusnya memiliki minimal dua SMP Negeri. Namun sampai saat ini baru ada satu, sehingga kuota penerimaan sangat terbatas. Akibatnya, ribuan siswa setiap tahunnya tidak tertampung dan terpaksa bersekolah jauh atau membayar biaya swasta yang memberatkan.
“Banyak anak warga yang tidak bisa menikmati pendidikan negeri hanya karena kurangnya fasilitas. Ini mempengaruhi masa depan mereka dan menurunkan Indeks Pembangunan Manusia daerah. Sudah saatnya ini diperbaiki, tidak boleh mandek di koordinasi semata,” kritiknya.
Lukmanudin menyoroti bahwa proses pendirian sekolah masih berjalan lambat, hanya sampai tahap koordinasi dengan bagian aset Pemkab. Ia menuntut agar kecamatan segera menyusun dan mengirimkan data lengkap aset potensial tanpa menunggu lebih lama lagi.
Selain pendidikan, ia juga menyoroti masalah kemacetan yang makin parah sejak dibukanya ruas jalan Cikampak–Bojongrangkas. Jalan tembus yang sudah lama diharapkan justru belum ada tanda-tanda realisasi, padahal bisa menjadi solusi mengurai kemacetan yang merugikan waktu dan ekonomi warga.
“Jalan tembus ini sudah menjadi tuntutan warga bertahun-tahun. Sekarang malah makin macet. Ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh kepemimpinan baru. Jangan hanya duduk manis, tapi buktikan dengan kerja nyata,” pungkas Lukmanudin.














