megaswaranews.com, SUKABUMI – Sebanyak 250 siswa dari berbagai daerah mengikuti Sukarobot Robotic Competition (SRC) ke-5 di Universitas Nusa Putra, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (19/9/2026).
Kompetisi robotika tersebut berlangsung selama dua hari dan mempertemukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga SMA dan SMK.
Sukarobot Academy menggelar kompetisi tersebut sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan robotika, coding, dan artificial intelligence (AI).
Para peserta mengikuti sejumlah kategori perlombaan. Mereka merakit, mengendalikan, dan memperbaiki robot masing-masing untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan panitia.
Beberapa kategori yang diperlombakan antara lain fast building, line follower, sumo, soccer, serta kategori kreatif inovasi berbasis AI.
Pada kategori kreatif inovasi, peserta harus menciptakan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka menampilkan sejumlah gagasan, seperti robot pendaur ulang sampah otomatis, sistem deteksi dini banjir, deteksi kebakaran hutan, hingga teknologi pertanian modern.
Founder dan CEO Sukarobot Academy, Japar Sidik, mengatakan pihaknya menyiapkan 12 kategori lomba sesuai jenjang pendidikan dan usia peserta.
“Sejak kegiatan ini ada 12 perlombaan yang dilombakan, mulai dari TK hingga SMA. Ada 12 kategori,” kata Japar.
Kenalkan Robotika Sejak Usia Dini
Japar mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya mengejar prestasi. Menurutnya, SRC juga memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengenal teknologi dan mengembangkan kemampuan sejak usia dini.
Sukarobot Academy bahkan menyesuaikan kategori lomba bagi peserta TK agar mereka dapat mengenal dasar-dasar coding dan robotika sesuai kemampuan.
Panitia juga mendorong peserta mengembangkan kreativitas melalui proyek teknologi yang dapat menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
Siapkan Beasiswa Rp3 Miliar
Selain memperebutkan gelar juara, peserta berprestasi berkesempatan memperoleh beasiswa pendidikan dengan total nilai sekitar Rp3 miliar.
Panitia juga membuka peluang bagi para juara untuk mendapatkan rekomendasi mengikuti kejuaraan robotika tingkat internasional di Malaysia.
Penyelenggaraan SRC ke-5 menunjukkan minat pelajar terhadap robotika dan teknologi digital terus berkembang. Namun, pengembangan ekosistem robotika di Sukabumi masih menghadapi sejumlah tantangan.
Keterbatasan perangkat dan belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai prospek robotika menjadi beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian.
Sukarobot Academy mendorong sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem robotika di Sukabumi.
Melalui kompetisi tersebut, penyelenggara berharap pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga diharapkan mampu menciptakan inovasi berbasis robotika, coding, dan AI yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
(SOFWAN ZULFIKAR)














