megaswaranews.com, Sukabumi – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, bersama bupati Asep Japar dan wakilnya Andreas, serta Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin, lakukan peletakan batu pertama relokasi kepada korban penyintas tanah longsor di Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (27/11/2025).
Pelatakan batu pondasi pertama ini untuk hunian kepada penerima manfaat sebanyak 11 Kepala Keluarga penyintas bencana yang rumahnya tertimbun tanah longsor terjadi pada 27 Oktober 2025 lalu, disertakan bantuan bibit penanaman pohon mahoni dan sengon disaksikan jajaran pemkab Sukabumi.
Menko PM, Muhaimin Iskandar mengatakan, kegiatan ini dalam rangka membangun Perlindungan Sosial Adaptif (PSA) dan pemberdayaan pencegahan serta pemulihan pasca benca di Desa Sukarame, sebagai fondasi baru dalam penanganan, pencegahan serta pemulihan pasca bencana.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kehidupan warga terdampak bencana agar kembali lebih baik, “Kata Muhamin kepada awak media, Kamis (27/11/2025).
Muhamim menjelaskan, pendekatan PSA adalah, guna antisipasi secara komprehensif yang menyangkut keberpihakan negara, pemerintah dan berbagai pihak serta masyarakat,
“Untuk mengantisipasi agar ancaman-ancaman rawan bencana itu terdeteksi dengan baik sejak dini, “Ujar Muhaimin.
Adapun upaya pemberdayaan masyarakat, Muhamin menjelaskan salah satunya melalui PSA dengan memperluas cakupan serta meningkatkan nilai manfaat bantuan sosial.
“Jadi Pelindungan Sosial Adaptif ini memastikan semua tertangani, termasuk dalam hal perlindungan sosial, identitas kependudukan, bantuan-bantuan iuran, serta bentuk perlindungan sosial lainnya, “Jelasnya.
Muhamin juga menyoroti, pentingnya rencana pembangunan yang berbasis mitigasi, mulai dari tingkat nasional hingga desa, agar pengelolaan wilayah rawan bencana tidak lagi menimbulkan kemiskinan baru.
“Sehingga perlindungan sosial adaptif yang kita persiapkan benar-benar mendorong antisipasi dan penanggulangan bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat kita, “Ujarnya.
Dalam kegiatan peletakan batu pertama hunian relokasi bencama, Kemenko PM berkolaborasi dengan DPR RI, Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan sejumlah stakeholder memberikan sejumlah bantuan diantaranya, pembangunan 15 rumah beserta listrik dan air bersih, renovasi 38 rumah, perbaikan akses jalan, bantuan bibit pohon mahoni dan sengon, bantuan 769 bronjong dan 1.000 paket sembako.
Berita sebelumya, banjir bandang dan tanah longsor menerjan tiga kecamatan di Kabapaten Sukabumi yaitu, Kecamatan Cisolok dan Cikakak serta Palabuhanratu, pada Senin (27/10) lalu, menyebabkan 3.291 jiwa atau 1.091 kepala keluarga terdampak, memicu kerugian fisik hingga dampak sosial dan ekonomi. (Iqbal Bakar)





















