megaswaranews.com, KOTA BOGOR — Warga Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mengeluhkan kondisi jembatan bambu yang menjadi akses penghubung antarpermukiman. Warga menilai jembatan tersebut belum cukup kokoh untuk digunakan dalam jangka panjang.
Meski warga telah memperbaiki jembatan secara swadaya, mereka tetap khawatir konstruksi bambu tidak mampu bertahan lama dan dapat membahayakan pengguna.
Pengurus RW bersama pihak Kelurahan Muarasari kemudian mengecek langsung kondisi jembatan tersebut pada Jumat (25/9/2026).
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 10 meter itu menjadi salah satu akses penting bagi warga untuk berpindah antarwilayah permukiman.
Warga menggunakan jembatan tersebut setiap hari, terutama pada pagi hingga sore hari. Mereka memanfaatkan akses itu untuk berbagai keperluan, termasuk menuju kantor kelurahan dan puskesmas.
Selain orang dewasa, anak-anak juga kerap melewati jembatan tersebut pada sore hari untuk menuju lokasi bermain sepak bola di sekitar kantor kelurahan.
Ketua RW 05 Muhidin mengatakan warga masih mengandalkan jembatan bambu tersebut meski kondisinya membutuhkan perhatian.
Warga menilai ikatan pada konstruksi bambu belum cukup kuat. Kondisi tersebut membuat warga khawatir terhadap keselamatan pengguna, terutama ketika jembatan digunakan secara bersamaan.
Pemerintah setempat sebelumnya telah mengajukan perbaikan jembatan kepada Pemerintah Kota Bogor. Warga berharap pengajuan tersebut segera mendapat tindak lanjut.
Warga meminta pemerintah mengganti jembatan bambu dengan konstruksi permanen yang lebih kuat dan aman. Dengan begitu, masyarakat dapat menggunakan akses penghubung tersebut dalam jangka panjang.
(wawan)














