megaswaranews.com,BOGOR – Di balik kemajuan Kabupaten Bogor yang kini menjadi salah satu wilayah penyangga utama Ibu Kota Negara, tersimpan lembaran sejarah panjang yang menjadi akar keberadaannya. Sejarah mencatat bahwa wilayah ini tidak terbentuk secara instan, melainkan bermula dari penyatuan sembilan pemukiman tua yang dikenal secara turun-temurun sebagai Sembilan Kampung Pendiri.
Pada tahun 1745, atas prakarsa Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron van Imhoff, kesembilan kampung yang sebelumnya berdiri sendiri-sendiri secara resmi disatukan menjadi satu kesatuan pemerintahan. Penyatuan ini menjadi tonggak berdirinya cikal bakal Kabupaten Bogor. Setiap kampung dipimpin oleh seorang tokoh terpandang yang memiliki peran sangat besar dalam membuka hutan belantara, mengatur tata kehidupan masyarakat, menyebarkan nilai-nilai agama dan budaya, serta meletakkan fondasi peradaban.
Hingga lebih dari dua setengah abad kemudian, nama dan jasa para pendiri tersebut tetap dihormati. Jejak keberadaan mereka dapat ditelusuri melalui situs makam, makom, atau patilasan yang masih terawat dengan baik dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sejarah masyarakat Bogor. Berikut adalah uraian lengkap mengenai kesembilan kampung, tokoh pemimpinnya, wilayah kekuasaannya, serta lokasi situs peninggalannya:
1. Kampung Baru (Parung Angsana)
Wilayah: Merupakan pusat awal pemerintahan, meliputi kawasan yang kini dikenal sebagai Sukaraja, Cimahpar, Tanah Baru, dan sekitarnya. Wilayah ini dianggap sebagai titik awal penyatuan kesembilan kampung.
Tokoh Pendiri: Kyai Raden Tanujiwa. Beliau diakui sebagai tokoh paling sentral dan menjadi pemersatu para pemuka masyarakat dari berbagai kampung. Berasal dari garis keturunan bangsawan dan ulama, beliau dikenal bijaksana, sakti, dan dihormati oleh penguasa kolonial maupun rakyat setempat.
Lokasi Makam: Dimakamkan di Komplek Pemakaman Dalem Selawat Empang, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan. Hingga kini situs ini menjadi salah satu tempat ziarah sejarah yang paling sering dikunjungi.
2. Parakan Panjang
Wilayah: Terletak di bagian barat, meliputi wilayah Ciomas, Laladon, Parakan, dan sekitarnya. Wilayah ini subur dan menjadi jalur perlintasan penting sejak masa lampau.
Tokoh Pendiri: Raden Arya Wiratanudatar. Seorang bangsawan yang juga ahli dalam pemerintahan dan pertanian. Beliau berhasil mengembangkan sistem pengairan yang menjadi tulang punggung kehidupan bertani masyarakat kala itu.
Lokasi Makam: Berada di kawasan Ciburial, Kecamatan Ciomas. Situs ini memiliki nilai sejarah tinggi dan sering menjadi lokasi pengambilan tanah dan air dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor.
3. Parung Kujang
Wilayah: Mencakup wilayah bagian barat daya, meliputi Jasinga, Leuwiliang, dan sekitarnya. Wilayah ini berbatasan langsung dengan wilayah Banten dan memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Tokoh Pendiri: Demang Martawangsa. Seorang pemimpin yang tangguh dan handal dalam menjaga keamanan wilayah. Namanya diabadikan sebagai simbol keberanian dan keteguhan mempertahankan tanah leluhur.
Lokasi Makam: Terdapat di Kampung Selacau, Kecamatan Leuwiliang. Situsnya masih terawat dan dijaga oleh keturunan serta masyarakat setempat.
4. Panaragan
Wilayah: Terletak di bagian timur, meliputi wilayah Cibinong, Bojonggede, dan sekitarnya. Wilayah ini kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Bogor saat ini.
Tokoh Pendiri: Kyai Singamanggala. Seorang ulama sekaligus pemimpin yang sangat dihormati. Beliau berperan besar dalam menyebarkan ajaran agama dan nilai-nilai luhur kepada masyarakat.
Lokasi Makam: Berada di Situs Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari. Kawasan ini juga dikenal sebagai situs bersejarah tempat diambilnya tanah dan air sakral untuk upacara adat.
5. Bantar Jati
Wilayah: Meliputi wilayah selatan dan pegunungan, yaitu Ciawi, Cisarua, dan sekitarnya. Wilayah ini menjadi gerbang menuju dataran tinggi dan memiliki peran strategis dalam jalur perdagangan.
Tokoh Pendiri: Raden Aria Wiranata. Seorang tokoh yang memiliki wawasan luas dan mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk para penguasa di wilayah lain.
Lokasi Makam: Dimakamkan di Komplek Dalem Sepuh, Kelurahan Empang, Bogor Selatan, berdekatan dengan makam pendiri utama.
6. Sempur
Wilayah: Meliputi wilayah barat laut, yaitu Dramaga, Petir, Ciampea, dan sekitarnya. Wilayah ini dikenal memiliki banyak sumber mata air dan tanah yang sangat subur.
Tokoh Pendiri: Kyai Anggaber Wangsa. Seorang pemimpin yang juga ahli dalam ilmu pertanian dan pengelolaan sumber daya alam. Beliau sangat menjaga kelestarian alam dan sumber air.
Lokasi Makam: Berada di kawasan Patilasan Prabu Tajimalela, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea. Lokasi ini juga menjadi tempat penghormatan terhadap leluhur besar Sunda lainnya.
7. Baranang Siang
Wilayah: Terletak di bagian selatan lereng Gunung Salak, meliputi Cijeruk, Cigombong, dan sekitarnya. Wilayah ini kaya akan hutan dan sumber air bersih yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
Tokoh Pendiri: Aria Soeta. Seorang pemimpin yang gigih dalam menjaga kelestarian hutan dan lereng gunung. Ajaran beliau tentang cinta lingkungan masih relevan hingga saat ini.
Lokasi Makam: Berada di Kawasan Cijeruk, di lereng selatan Gunung Salak. Situsnya dikelilingi alam yang asri dan masih dijaga kelestariannya.
8. Parung Banteng
Wilayah: Meliputi wilayah tenggara, yaitu Parung, Gunungsindur, dan sekitarnya. Wilayah ini menjadi jalur pertemuan antara masyarakat Bogor dan wilayah Depok serta Tangerang.
Tokoh Pendiri: Kyai Mas Harya Wangsa. Seorang tokoh yang dikenal adil dan bijaksana dalam menyelesaikan perselisihan antarwarga maupun antarwilayah.
Lokasi Makam: Berada di Situs Parung Kuno, Kecamatan Parung. Situs ini menjadi saksi bisu lalu lintas perdagangan dan persahabatan antarwilayah pada masa lampau.
9. Cimahpar
Wilayah: Meliputi wilayah timur laut, yaitu Sukaraja, Citeureup, dan sekitarnya. Wilayah ini memiliki akses yang baik dan menjadi tempat berkumpulnya berbagai kelompok masyarakat.
Tokoh Pendiri: Aria Nata Menggala. Seorang pemimpin yang memiliki jiwa persatuan dan mampu mempersatukan berbagai suku dan budaya yang tinggal di wilayah tersebut.
Lokasi Makam: Berada di Makam Dalem Cimahpar, Desa Sukaraja. Situs ini menjadi bukti sejarah awal permukiman di wilayah timur Bogor.
Warisan Sejarah yang Tetap Hidup
Perlu dipahami bahwa sebagian besar situs peninggalan tersebut sering disebut sebagai makom atau patilasan. Istilah ini digunakan karena selain sebagai tempat peristirahatan terakhir, tempat tersebut juga dihormati sebagai simbol keberadaan, semangat, dan jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar berdirinya Kabupaten Bogor.
Hingga kini, situs-situs ini tidak hanya menjadi objek penelitian sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi budaya. Setiap tahun, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bogor, dilakukan prosesi pengambilan tanah dan air dari berbagai situs ini sebagai simbol persatuan dari sembilan penjuru wilayah. Hal ini menjadi pengingat bahwa kemajuan yang dicapai saat ini adalah buah dari persatuan, kerja keras, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri sembilan kampung cikal bakal Kabupaten Bogor.
Melestarikan situs-situs ini berarti juga melestarikan jati diri dan identitas sebagai masyarakat Bogor yang memiliki akar sejarah yang kuat, berlandaskan persatuan, dan menghormati perjuangan para leluhurnya.(*)















